Multifungsi Relai Waktu
Relai waktu merupakan unit kendali otomatis yang dapat dikombinasikan dengan berbagai peralatan listrik lainnya untuk mencapai kendali otomatis pada rangkaian operasi. Setelah waktu yang ditentukan berlalu, keluaran kontak akan ditutup atau dibuka, yang memungkinkan peralatan listrik terminal bekerja atau berhenti secara otomatis.
Rangkaian relai waktu ini memiliki keunggulan rentang tegangan operasi yang luas, instruksi kerja yang jelas, volume kecil, ukuran seragam, pemasangan mudah, dll.
Aplikasi: Mesin industri; Penerangan; Manufaktur; sistem HVAC; Pangan dan pertanian
| Karakteristik Keluaran | HW531T | HW532T |
| Karakteristik Keluaran | SPDT | DPDT |
| Bahan Kontak | Paduan Perak | |
| Peringkat Saat Ini | 16A@240VAC, 24VDC | |
| Persyaratan Peralihan Minimum | 100mA | |
| Karakteristik Masukan | ||
| Rentang Tegangan | 12-240VAC/DC | |
| Bahan kontak | Paduan Perak | |
| Rentang Operasi (% dari Nominal) | 85%-110% | |
| Karakteristik Waktu | ||
| Fungsi Tersedia | 10 | |
| Skala Waktu | 10 | |
| Rentang Waktu | 0,1 detik~10D | |
| Persyaratan Peralihan Minimum | 100mA | |
| Toleransi (Pengaturan Mekanis) | 5% | |
| Atur Ulang Waktu | 150 md | |
| Panjang Pulsa Pemicu (Minimum) | 50 md | |
| Lingkungan | ||
| Suhu Sekitar di sekitar perangkat | Penyimpanan: -30℃~+70℃ Pengoperasian: -20℃~+55℃ | |
| Dimensi: dalam (mm) | Diagram Pengkabelan | |
| |
|
|
| Fungsi |
Operasi |
Bagan Waktu |
| A Pada Penundaan Penyalaan |
Ketika tegangan input U diterapkan, waktu tunda t dimulai. Kontak relai R berubah status setelah waktu tunda selesai. Kontak R kembali ke kondisi raknya ketika tegangan input U dilepas. Sakelar pemicu tidak digunakan dalam fungsi ini. |
|
| B Ulangi Siklus Memulai |
Ketika tegangan input U diterapkan, waktu tunda t dimulai. Ketika waktu tunda t selesai, kontak relai R mengubah status untuk waktu tunda t. Siklus ini akan berulang sampai tegangan masukan U dihilangkan. Sakelar pemicu tidak digunakan dalam fungsi ini. |
|
| C Interval Penyalaan |
Ketika tegangan input U diterapkan, kontak relai R segera berubah keadaan dan siklus pengaturan waktu dimulai. Ketika waktu tunda selesai, kontak kembali ke kondisi rak, Ketika tegangan input U dihilangkan, kontak juga akan kembali ke kondisinya. Sakelar pemicu tidak digunakan dalam fungsi ini. |
|
| D Mati Penundaan S Istirahat |
Tegangan input U harus diterapkan terus menerus. Ketika pemicu S ditutup, kontak relai R berubah status. Ketika pemicu S dibuka, penundaan t dimulai. Ketika penundaan t selesai, kontak R kembali ke kondisi raknya. Jika pemicu S ditutup sebelum waktu tunda t selesai, maka waktu direset. Ketika pemicu S dibuka, penundaan dimulai lagi, dan kontak relai tetap dalam keadaan berenergi, jika tegangan masukan U dihilangkan, kontak relai R kembali ke keadaan raknya. |
|
| E Satu Tembakan yang Dapat Dipicu Ulang |
Setelah penerapan tegangan masukan U, relai siap menerima sinyal pemicu S. setelah penerapan sinyal pemicu S, kontak relai R berpindah dan waktu yang telah ditentukan t dimulai. Pada akhir waktu yang telah ditentukan t, kontak relai R kembali ke kondisi normalnya kecuali sinyal pemicu S dibuka dan ditutup sebelum waktu habis t (sebelum waktu yang telah ditentukan berlalu). Perputaran sinyal pemicu S secara terus menerus dengan kecepatan yang lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan akan menyebabkan kontak relai R tetap tertutup. Jika tegangan masukan U dihilangkan, kontak relai R kembali ke kondisi raknya. |
|
| F Ulangi Siklus Mulai ON |
Ketika tegangan input U diterapkan, kontak relai R segera berubah keadaan dan waktu tunda t dimulai. Ketika penundaan waktu t selesai, kontak kembali ke status raknya untuk penundaan waktu t. Siklus ini akan berulang sampai tegangan masukan U dihilangkan. Sakelar pemicu tidak digunakan dalam fungsi ini. |
|
| G Pembangkit Pulsa |
Setelah penerapan tegangan masukan U, pulsa keluaran tunggal 0,5 detik dikirimkan ke relai menawarkan waktu tunda t. Daya harus dilepas dan digunakan kembali untuk mengulang denyut nadi. Sakelar pemicu S tidak digunakan dalam fungsi ini. |
|
| H Satu Tembakan |
Setelah penerapan tegangan input U, relai siap menerima sinyal pemicu S. Setelah penerapan sinyal pemicu S, relai menghubungi mesin pencacah R dan waktu yang telah ditentukan dimulai. Selama time – out, sinyal trigger S diabaikan. Relai direset dengan menerapkan sinyal pemicu S ketika relai tidak diberi energi. |
|
| SAYA Penundaan Hidup/Mati S Membuat/Memutuskan |
Tegangan input U harus diterapkan terus menerus. Ketika pemicu S ditutup, waktu tunda t dimulai. Ketika waktu tunda t selesai, kontak relai R berubah status dan tetap ditransfer hingga pemicu S dibuka. Jika tegangan masukan U dihilangkan, kontak relai R kembali ke kondisi raknya. |
|
| J Memori Latch S Membuat |
Tegangan input U harus diterapkan terus menerus. Output berubah status dengan setiap penutupan pemicu S. Jika tegangan masukan U dihilangkan, kontak relai R kembali ke tempatnya. |
|